Identitas Buku:
Pesan-pesan:
- Buktikan bahwa sebenarnya kita bisa bahkan ketika kita diremehkan
- Orang yang rajin/banyak membaca akan menjadi pintar
- Berjuanglah untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, seperti Thomas yang mulai bekerja sebagai penjual koran untuk membeli kebutuhan percobaannya
- Rajinlah belajar hal baru dan tekuni hal baru itu
- Jangan berbuat curang dalam bekerja, bekerjalah dengan jujur dan penuh tanggung jawab
- Percaya dan berharap hanya pada Tuhan
- Dengarkan nasehat ayah dan ibumu
- Kita harus saling tolong menolong tanpa memandang bulu
- Jangan mudah menyerah
- Kalau sudah mati baru berhenti mencari
- Orang yang selalu sibuk tidak akan digoda iblis untuk berbuat dosa
- Anggap kritikan dan makian sebagai pembangun semangat
Nilai filosofi:
- Percaya dan berserah diri kepada Tuhan YME
- Jujur dan bertanggung jawab
- Saling tolong menolong
- Pantang menyerah
- Hormati kedua orang tua
Kesimpulan:
Thomas Alva Edison beberapa kali diremehkan, dikritik, dan dimaki. Ia bahkan sempat dianggap sebagai anak yang berotak udang karena semasa sekolahnya ia selalu melamun dan tertinggal pelajaran.
Tetapi, ia dapat membuktikan bahwa ia lebih dari itu. Ia rajin membaca buku dan melakukan percobaan-percobaan. Ia pun bekerja, mencari uang untuk membeli buku-buku dan bahan-bahan percobaan.
Hingga saat ia dewasa, ia memutuskan untuk merantau, mencari pengalaman hidup baru di kota orang. Ia merasakan begitu banyak kesulitan ketika jauh dari orang tuanya, tidak semudah baginya untuk mendapat pekerjaan di kota orang.
Tetapi, Tuhan mengetahui segala jerih payahnya sehingga suatu hari Thomas Alva Edison berhasil menjadi pegawai di suatu perusahaan. Karena kejujuran dan tanggung jawabnya yang begitu besar saat ia bekerja, ia pun dipromosikan dipekerjakannya. Namanya menjadi besar. Dengan begitu ia dapat menciptakan berbagai penemuan baru.

Komentar
Posting Komentar