MAKALAH PENELITIAN SOSIOLOGI

PENGARUH EKONOMI DALAM MASYARAKAT




 


 

Disusun oleh:

1.     Eudiya MLV Johannes

2.     Farel Liklikwatil

3.     Nathan Alexander

4.     Theresia Stevanny Silalahi

 

SMA Santo Yoseph Bekasi

TAHUN AJARAN 2023/2024


Kata Pengantar

Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul "Pengaruh Ekonomi dalam Kehidupan Masyarakat".

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan karya ilmiah ini. Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam karya ilmiah ini. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki karya ilmiah ini.

Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca.

 

 

 

                                                                                             Bekasi, 29 Mei 2024

 

 

 

                                                                                                                    Penyusun

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

Pengaruh Ekonomi dalam Kehidupan Masyarakat

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

Bab I Pendahuluan. 1

1.1 Latar Belakang. 1

1.2 Identifikasi Masalah. 2

1.3 Batasan Masalah. 4

1.4 Rumusan Masalah. 5

1.5 Tujuan dan Manfaat 6

Bab II Landasan Teoritis. 8

2.1 Pengaruh Ekonomi dalam Kehidupan Masyarakat 8

2.1.1 Teori Kesejahteraan Sosial (Social Welfare Theory) 8

2.1.2 Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (Maslow's Hierarchy of Needs) 8

2.1.3 Teori Kapital Sosial (Social Capital Theory) 8

2.1.4 Teori Ketidaksetaraan Struktural (Structural Inequality Theory) 9

2.1.5 Teori Stres Sosial (Social Stress Theory) 9

2.1.6 Teori Mobilitas Sosial (Social Mobility Theory) 9

Bab III Metode Penelitian. 10

3.1 Jenis Penelitian. 10

3.2 Tempat dan Waktu. 11

3.3 Sumber Data. 11

3.4 Teknik Pengumpulan Data. 11

3.5 Teknik Analisis Data. 12

3.5.1 Analisis Deskriptif 12

3.5.2 Analisis Konten. 12

Bab IV Hasil Pembahasan. 13

4.1 Daftar Pertanyaan. 13

4.2 Hasil Wawancara. 14

4.3 Pembahasan. 21

Bab V Penutup. 24

5.1 Simpulan dan Saran. 24

Lampiran. 26

Daftar Pustaka. 28


Bab I

Pendahuluan

 

1.1 Latar Belakang

Ekonomi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap aspek kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Dari kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan, hingga layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, semuanya terkait erat dengan kondisi ekonomi suatu wilayah atau negara.

Dalam skala makro, ekonomi menentukan stabilitas dan pertumbuhan suatu negara. Negara dengan perekonomian yang kuat cenderung memiliki infrastruktur yang lebih baik, layanan publik yang berkualitas, dan tingkat pengangguran yang rendah. Sebaliknya, negara dengan perekonomian yang lemah sering menghadapi tantangan besar seperti kemiskinan, ketidaksetaraan, dan ketidakstabilan sosial.

Di tingkat mikro, kondisi ekonomi mempengaruhi kehidupan sehari-hari individu dan keluarga. Pendapatan yang memadai memungkinkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, berinvestasi dalam pendidikan, dan menabung untuk masa depan. Sebaliknya, keterbatasan ekonomi dapat menyebabkan tekanan finansial yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik, serta menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dalam konteks globalisasi, perekonomian suatu negara juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi internasional. Perdagangan bebas, investasi asing, dan migrasi tenaga kerja adalah beberapa faktor yang menciptakan interdependensi ekonomi antar negara. Krisis ekonomi di satu negara dapat dengan cepat menyebar dan mempengaruhi perekonomian negara lain, menunjukkan betapa pentingnya stabilitas ekonomi global.

Selain itu, kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah memiliki dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kebijakan fiskal dan moneter, regulasi pasar tenaga kerja, dan program sosial adalah beberapa contoh intervensi pemerintah yang dapat meningkatkan atau, dalam beberapa kasus, memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang ekonomi dan pengaruhnya sangat penting bagi pembuat kebijakan untuk mengambil keputusan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dalam makalah ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai bagaimana ekonomi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Analisis akan mencakup tinjauan terhadap berbagai teori ekonomi, studi kasus dari berbagai negara, dan implikasi kebijakan yang relevan. Dengan demikian, diharapkan pembaca dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang pengaruh ekonomi dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana kebijakan ekonomi dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

 

1.2 Identifikasi Masalah

Ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan individu dan masyarakat. Ketidaksetaraan ekonomi sering kali menciptakan kesenjangan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang sosial. Individu dari keluarga dengan kondisi ekonomi lebih baik memiliki akses yang lebih besar terhadap sumber daya dan peluang, sementara mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu sering kali menghadapi hambatan yang signifikan. Untuk mengatasi tantangan ekonomi, keluarga dan individu menggunakan berbagai strategi seperti pengelolaan anggaran yang ketat, mencari pekerjaan tambahan, atau memanfaatkan bantuan sosial. Namun, efektivitas dari strategi-strategi ini bervariasi dan sering kali tidak cukup untuk sepenuhnya mengatasi masalah.

Ketidakstabilan ekonomi juga memiliki dampak emosional dan psikologis yang mendalam. Perasaan cemas, stres, atau malu karena kondisi ekonomi dapat mempengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang. Selain itu, kesenjangan ekonomi mempengaruhi partisipasi individu dalam aktivitas sosial dan ekstrakurikuler. Siswa dari keluarga kurang mampu mungkin menghadapi keterbatasan dalam mengikuti kegiatan sekolah atau bergaul dengan teman-teman mereka, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan akademik mereka. Kesempatan yang tidak merata untuk mendapatkan pendidikan dan peluang karir juga menciptakan ketidakadilan, di mana siswa dari latar belakang ekonomi lebih baik memiliki akses lebih besar terhadap pendidikan berkualitas dan peluang karir, sementara siswa dari keluarga kurang mampu harus berjuang lebih keras untuk mencapai hal yang sama.

Sekolah dan komunitas memiliki peran penting dalam membantu siswa yang menghadapi tantangan ekonomi. Program bantuan, beasiswa, dan dukungan psikososial dapat memberikan bantuan yang signifikan bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk menggali lebih dalam mengenai masalah-masalah ini, kami telah menyusun daftar pertanyaan yang akan dipertanyakan pada narasumber. Berikut daftar pertanyaannya:

1.      Apakah kamu merasa ada perbedaan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraanmu?

2.      Bagaimana keluargamu mengatasi tantangan ekonomi yang ada?

3.      Apakah kamu pernah merasa tidak nyaman atau malu karena kondisi ekonomi keluargamu? Ceritakan bagaimana rasanya.

4.      Bagaimana perbedaan ekonomi mempengaruhi aktivitasmu?

5.      Apakah kamu merasa memiliki kesempatan yang sama dengan teman-temanmu yang kondisi ekonominya lebih baik?

6.      Bagaimana kamu mengatasi perasaan cemas atau stres karena masalah ekonomi di keluargamu?

7.      Apa yang bisa dilakukan oleh lembaga atau komunitas untuk membantu anggotanya yang memiliki tantangan ekonomi?

8.      Apakah kamu pernah mendapat dukungan atau bantuan dari teman atau keluarga ketika menghadapi masalah ekonomi? Bagaimana bantuan itu membantumu?

9.      Bagaimana menurutmu cara terbaik untuk mengurangi perbedaan ekonomi di sekolah maupun lembaga lainnya?

Pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pengalaman dan pandangan individu terhadap pengaruh ekonomi dalam kehidupan mereka, serta bagaimana berbagai pihak dapat berkontribusi untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

1.3 Batasan Masalah

Penelitian ini memiliki beberapa batasan yang perlu diperhatikan. Ruang lingkup geografis akan dibatasi pada lingkungan masyarakat sekitar perumahan anggota kelompok, agar data yang diperoleh lebih spesifik dan relevan dengan konteks lokal. Fokus utama penelitian adalah mahasiswa/mahasiswi dan pekerja serta masyarakat sekitar perumahan anggota kelompok, untuk memahami bagaimana kondisi ekonomi mempengaruhi kelompok usia ini dan bagaimana mereka serta komunitasnya merespons tantangan ekonomi. Aspek yang dikaji mencakup kesejahteraan ekonomi, kesehatan mental, partisipasi sosial, dan peluang pendidikan, karena aspek-aspek ini memiliki pengaruh signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pengumpulan data akan dilakukan melalui wawancara, dan studi literatur. Wawancara digunakan untuk mendapatkan data primer langsung dari subjek penelitian, sementara studi literatur akan mendukung analisis dengan data sekunder. Penelitian ini juga dibatasi pada periode waktu tertentu, dalam rentang dua minggu, untuk memastikan penelitian dapat diselesaikan dengan sumber daya yang tersedia dan memberikan gambaran yang akurat tentang situasi terkini. Selain itu, penelitian ini akan dilakukan dengan sumber daya yang terbatas, baik dalam hal waktu, tenaga, maupun dana, sehingga analisis akan difokuskan pada variabel-variabel yang dianggap paling penting dan relevan dengan tujuan penelitian.

Variabel ekonomi yang akan dikaji dalam penelitian ini meliputi pendapatan keluarga, tingkat pengeluaran, dan akses terhadap bantuan ekonomi, karena variabel-variabel ini memiliki pengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan batasan-batasan masalah ini, penelitian diharapkan dapat memberikan analisis yang mendalam dan relevan tentang pengaruh ekonomi dalam kehidupan pelajar dan masyarakat sekitar sekolah, serta memberikan rekomendasi yang praktis dan dapat diterapkan dalam konteks lokal.

 

1.4 Rumusan Masalah

Penelitian ini berfokus pada pengaruh kondisi ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitar, serta strategi yang digunakan oleh keluarga untuk mengatasi tantangan ekonomi. Kondisi ekonomi dianggap memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental dan emosional masyarakat, serta mempengaruhi partisipasi mereka dalam kegiatan sosial dan interaksi di komunitas. Penelitian ini juga akan mengeksplorasi bagaimana ketidaksetaraan ekonomi berdampak pada persepsi masyarakat terhadap kesempatan yang mereka miliki dibandingkan dengan mereka yang kondisi ekonominya lebih baik. Selain itu, peran komunitas dalam mendukung individu yang menghadapi tantangan ekonomi akan dievaluasi, dengan tujuan mengidentifikasi kebijakan dan program yang efektif dalam mengurangi perbedaan ekonomi di antara masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

1.5 Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis pengaruh ekonomi dalam kehidupan masyarakat serta dampaknya terhadap kesejahteraan, kesehatan mental, partisipasi sosial, dan peluang pendidikan. Selain itu, makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh individu dan keluarga dalam mengatasi tantangan ekonomi, mengevaluasi peran sekolah dan komunitas dalam mendukung mereka yang menghadapi kesulitan ekonomi, dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat mengurangi ketidaksetaraan ekonomi.

Manfaat dari penelitian ini dapat dirasakan oleh pelajar dan masyarakat secara luas. Bagi pelajar, penelitian ini dapat membantu sekolah dalam mengidentifikasi siswa yang membutuhkan dukungan ekonomi dan mengembangkan program bantuan yang lebih tepat sasaran, seperti beasiswa, makanan gratis, atau dukungan psikososial. Dengan demikian, kesejahteraan siswa dapat meningkat, dan kesempatan yang lebih setara dapat tercipta bagi semua siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan mendapatkan pendidikan berkualitas, tanpa terhalang oleh kondisi ekonomi. Penelitian ini juga dapat mendorong sekolah untuk menyediakan layanan konseling yang lebih baik untuk siswa yang mengalami stres atau kecemasan akibat masalah ekonomi, serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di mana siswa dari berbagai latar belakang ekonomi dapat berinteraksi dan bergaul tanpa merasa terasing atau malu.

Bagi masyarakat, penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya stabilitas ekonomi dan dampaknya terhadap kesejahteraan individu dan komunitas, mendorong solidaritas dan dukungan antaranggota masyarakat. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan program dukungan yang lebih efektif, seperti bantuan makanan, pelatihan kerja, atau program pengembangan keterampilan, yang dapat membantu individu dan keluarga mengatasi tantangan ekonomi. Selain itu, dengan pemahaman yang lebih baik tentang dampak ketidaksetaraan ekonomi, komunitas dapat bekerja sama untuk menciptakan inisiatif lokal yang bertujuan mengurangi kesenjangan ekonomi, seperti program pemberdayaan ekonomi lokal atau usaha bersama. Pada akhirnya, penelitian ini dapat membantu masyarakat memahami pentingnya kolaborasi dalam mencapai kesejahteraan kolektif, sehingga upaya untuk meningkatkan kondisi ekonomi tidak hanya bergantung pada individu tetapi juga pada kekuatan komunitas.

Dengan demikian, makalah ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademis dalam memahami pengaruh ekonomi pada kehidupan masyarakat, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan sejahtera bagi pelajar dan masyarakat secara keseluruhan.


Bab II

Landasan Teoritis

 

2.1 Pengaruh Ekonomi dalam Kehidupan Masyarakat

2.1.1 Teori Kesejahteraan Sosial (Social Welfare Theory)

Teori ini menjelaskan bahwa kesejahteraan sosial adalah keadaan di mana individu atau kelompok dalam masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Menurut teori ini, ketidaksetaraan ekonomi dapat menghambat kemampuan individu untuk mencapai kesejahteraan, karena mereka mungkin tidak memiliki akses yang sama terhadap sumber daya penting seperti pendidikan dan layanan kesehatan. (Kastori & Gischa, 2023)

2.1.2 Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (Maslow's Hierarchy of Needs)

Teori ini mengklasifikasikan kebutuhan manusia dalam bentuk piramida, mulai dari kebutuhan dasar (fisiologis) hingga kebutuhan tertinggi (aktualisasi diri). Kondisi ekonomi yang buruk dapat menghalangi individu untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mencapai tingkat kebutuhan yang lebih tinggi seperti penghargaan dan aktualisasi diri. (Wikipedia, 2023)

2.1.3 Teori Kapital Sosial (Social Capital Theory)

Teori ini menekankan pentingnya jaringan sosial dan hubungan antarindividu dalam masyarakat. Kapital sosial mencakup aspek seperti kepercayaan, norma, dan jaringan yang dapat membantu individu dalam mengatasi kesulitan ekonomi. Masyarakat dengan kapital sosial yang kuat cenderung lebih mampu mendukung anggotanya yang menghadapi tantangan ekonomi melalui solidaritas dan bantuan sosial. (Camargo, Seles, Jabbour, Mariano, & Jabbour, 2018)

2.1.4 Teori Ketidaksetaraan Struktural (Structural Inequality Theory)

Teori ini mengemukakan bahwa ketidaksetaraan dalam masyarakat disebabkan oleh struktur sosial yang membatasi akses individu terhadap sumber daya penting berdasarkan faktor-faktor seperti kelas sosial, ras, dan gender. Ketidaksetaraan ekonomi adalah salah satu bentuk ketidaksetaraan struktural yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk akses terhadap pendidikan, peluang kerja, dan layanan kesehatan. (Zuldin, 2019)

2.1.5 Teori Stres Sosial (Social Stress Theory)

Teori ini menyatakan bahwa kondisi sosial dan ekonomi yang buruk dapat menjadi sumber stres bagi individu. Stres ekonomi, seperti ketidakpastian pekerjaan atau kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional individu. Menurut teori ini, individu yang hidup dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan secara keseluruhan. (Murphy, 2023)

2.1.6 Teori Mobilitas Sosial (Social Mobility Theory)

Teori ini mengkaji bagaimana individu atau kelompok dapat berpindah dari satu status sosial ke status sosial lainnya. Kondisi ekonomi yang baik dapat meningkatkan peluang mobilitas sosial, sedangkan ketidaksetaraan ekonomi dapat membatasi kemampuan individu untuk meningkatkan status sosial mereka. Mobilitas sosial yang rendah dapat menyebabkan perpetuasi ketidaksetaraan antar generasi. (Putri, 2022) 

 

Bab III

Metode Penelitian

 

3.1 Jenis Penelitian

Kami menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif pada topik mengenai pengaruh ekonomi dalam kehidupan masyarakat cenderung mendalami pemahaman kontekstual pengaruh ekonomi dan pengalaman masyarakat yang berkaitan dengan ekonomi. Metode kualitatif memberikan ruang untuk menjelajahi aspek-aspek yang lebih mendalam dan kompleks dari pengaruh ekonomi dalam kehidupan masyarakay, yang sulit diukur secara kuantitatif.

Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti dapat menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, atau analisis konten untuk mengumpulkan data. Wawancara dapat digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengaruh ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Observasi partisipatif memungkinkan peneliti terlibat langsung dalam situasi lingkungan narasumber, memahami dinamika interaksi antara narasumber dengan lingkungannya. Analisis konten dapat diterapkan pada dokumen, ulasan, atau bahkan rekaman wawancara untuk mengidentifikasi pola dan temuan kunci.

Keuntungan metode kualitatif dalam penelitian ini meliputi kemampuan untuk mengeksplorasi dimensi emosional, budaya, dan kontekstual masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa hasilnya bersifat deskriptif dan tidak dapat diterapkan secara langsung pada populasi luas. Dalam konteks penelitian ini, pendekatan kualitatif dapat memberikan wawasan yang kaya dan mendalam tentang pengaruh ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

 

 

3.2 Tempat dan Waktu

Tempat penelitian yang kami lakukan berlokasi di Perumahan Duta Mekar Asri, Cileungsi, Jawa Barat dan Perumahan Harvest City. Sedangkan waktu penelitian yang kami lakukan dimulai pada tanggal 29 Mei 2024 sampai 31 Mei 2024.

 

3.3 Sumber Data

Sumber data utama dalam penelitian ini berasal dari rekaman suara dan jawaban tertulis hasil wawancara terhadap narasumber. Proses wawancara langsung dengan narasumber memberikan informasi yang kaya dan mendalam mengenai pengaruh ekonomi dalam kehidupan mereka. Rekaman suara wawancara ini mencakup jawaban narasumber seputar pengaruh ekonomi, cara mengatasi tantangan ekonomi, peran teman dan keluarga, dan peran komunitas dalam membantu tantangan ekonomi yang dihadapi narasumber.

 

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang kami gunakan adalah wawancara. Wawancara mendalam dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif yang lebih rinci dan mendalam mengenai pengalaman individu dan keluarga dalam menghadapi tantangan ekonomi. Wawancara ini akan melibatkan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang memungkinkan responden untuk menjelaskan situasi mereka secara lebih detail. Informasi yang diperoleh dari wawancara mendalam akan memberikan wawasan tentang strategi yang digunakan oleh keluarga untuk mengatasi kesulitan ekonomi, serta bagaimana kondisi ekonomi mempengaruhi kesehatan mental dan partisipasi sosial mereka.

 

3.5 Teknik Analisis Data

Metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini mencakup analisis deskriptif dan konten. Kedua teknik ini akan memberikan pemahaman yang mendalam tentang pengaruh ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

3.5.1 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif akan digunakan untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari survei kuesioner. Teknik ini melibatkan perhitungan statistik dasar seperti mean, median, mode, frekuensi, dan persentase untuk menggambarkan karakteristik sampel penelitian dan distribusi variabel-variabel utama seperti pendapatan keluarga, tingkat pengeluaran, dan akses terhadap bantuan ekonomi. Analisis ini akan memberikan gambaran umum mengenai kondisi ekonomi masyarakat yang diteliti. (Sugiyono, 2014:21)

3.5.2 Analisis Konten

   Data kualitatif yang diperoleh dari wawancara mendalam, dan observasi partisipan akan dianalisis menggunakan analisis konten. Teknik ini melibatkan pengkodean data teks untuk mengidentifikasi tema-tema, pola, dan kategori yang muncul dari data. Analisis konten memungkinkan peneliti untuk memahami makna di balik data kualitatif dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman dan persepsi masyarakat terkait kondisi ekonomi mereka. (Barelson; Zuchdi, 1993: 3)

 

Bab IV

Hasil Pembahasan

 

4.1 Daftar Pertanyaan

Berikut daftar pertanyaan yang telah kami susun untuk kami tanyakan pada narasumber:

1.      Apakah kamu merasa ada perbedaan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraanmu?

2.      Bagaimana keluargamu mengatasi tantangan ekonomi yang ada?

3.      Apakah kamu pernah merasa tidak nyaman atau malu karena kondisi ekonomi keluargamu? Ceritakan bagaimana rasanya.

4.      Bagaimana perbedaan ekonomi mempengaruhi aktivitasmu?

5.      Apakah kamu merasa memiliki kesempatan yang sama dengan teman-temanmu yang kondisi ekonominya lebih baik?

6.      Bagaimana kamu mengatasi perasaan cemas atau stres karena masalah ekonomi di keluargamu?

7.      Apa yang bisa dilakukan oleh lembaga atau komunitas untuk membantu anggotanya yang memiliki tantangan ekonomi?

8.      Apakah kamu pernah mendapat dukungan atau bantuan dari teman atau keluarga ketika menghadapi masalah ekonomi? Bagaimana bantuan itu membantumu?

9.      Bagaimana menurutmu cara terbaik untuk mengurangi perbedaan ekonomi di sekolah maupun lembaga lainnya?

 

4.2 Hasil Wawancara

Setelah melakukan wawancara dengan berbagai narasumber, berikut ialah jawaban yang kami dapatkan:

a.       Jawaban dari narasumber pertama, Bu Any (Ibu rumah tangga yang membuka usaha kecil)

1.      Tidak.

2.      Karena keluarga saya mengurutkan kebutuhan dari yang terpenting hingga tak terpenting.

3.      Saya tidak pernah malu akan ekonomi keluarganya karena menurut saya sudah diporsikan rezeki masing-masing. Dan menurut keluarga, harus berusaha untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

4.      Mungkin mempengaruhi, pada saat ekonomi menurun. Seperti, pada saat teman-teman saya membeli sesuatu, saya akan menahan diri saya untuk lebih irit lagi.

5.      Tentu saja. Saya memiliki kesempatan yang sama dengan teman-teman saya meskipun dengan berbagai kondisi ekonomi. Tetapi, saya harus berusaha lebih giat lagi jika kondisi ekonomi orang lain lebih tinggi dari saya, sehingga saya bisa bersaing dengan orang dengan kondisi ekonomi yang lebih tinggi tersebut.

6.      Saya akan curhat atau bercerita kepada keluarga dekat atau sahabat yang sudah saya percayai untuk mengurangi rasa cemas dan stress karena kondisi ekonomi.

7.      Pihak lembaga seperti UMKM menyediakan kredit modal/usaha agar anggotanya dapat membuka usaha sendiri. Dan, itu cukup membantu untuk yang kondisi ekonominya tidak mencukupi.

8.      Pernah, caranya mereka akan memberikan semangat dan dukungan langsung dengan cara mendengarkan cerita, itu bagaimana cara agar mereka dapat membantu memperbaiki ekonomi saya.

9.      Dengan cara mengurangi gaya hidup yang terlalu bebas, seperti jika ada teman yang membeli barang baru, saya harus bisa menahan rasa ingin untuk membeli barang baru.

 

b.      Jawaban dari narasumber kedua, Opung There

1.      Tidak ada yang mempengaruhi kesejahteraannya

2.      Berusaha dan berdoa

3.      Tidak pernah malu dengan kondisi ekonomi keluarga

4.      Tidak ada perbedaan yang signifikan

5.      Ada, harus lebih berusaha dan kerja keras lagi

6.      Membaca buku dan menulis buku untuk menyalurkan hobinya

7.      Untuk mengadakan konseling

8.      Tidak ada

9.      Untuk memperlakukan tiap anggota lembaga secara adil

 

c.       Jawaban dari narasumber ketiga, Ika (Mahasiswi)

1.      Ada

2.      Dengan mengirit keperluan dan memenuhi kebutuh terlebih dahulu dan mengesampingkan keinginan

3.      Tidak

4.      Mungkin jika ekonomi berada kelas menengah ke atas bergaul nya nogkrong di tempat hits dan lumayan mahal tapi kalau ekonomi kelas bawah mungkun tidak nongkrong dan hanya dirumah karena keterbatasan dana

5.      Ya sama

6.      Dengan berjualan untuk mencari penghasilan tambahan dan berdoa kepada Tuhan

7.      Memberi donasi, dan memberi arahan atau pembekalan ilmu supaya bisa menjadi lebih baik

8.      Ya, teman saya dan keluarga memberi dukungan dan semangat percaya bahwa saya bisa melewati cobaan yang diberi Tuhan beberapa rekan saya juga memberi bantuan dengan membelikan suatu barang dan makanan

9.      Dengan menyamaratakan seragam sehari hari dari pakaian dan sepatu

 

d.      Jawaban dari narasumber keempat, Kristin (Mahasiswi)

1.      Ya terasa, ketika bekerja di tidak bekerja, bekerja di perusahaan sebelum dan sekarang.

2.      ⁠Membeli kebutuhan dan memilah keinginan yang akan dibeli

3.      ⁠Malu dengan ekonomi sendiri. Belum bisa memenuhi kebutuhan utama

4.      ⁠Tidak terpengaruh karena teman teman mendukung saya dan ingin berteman dengan saya

5.      ⁠Semua memiliki kesempatan yang sama.

6.      ⁠Saya berusaha sadar diri dan tidak berekspetasi tinggi

7.      ⁠Mendata mereka dan memberi bantuan secara emosional dan beasiswa

8.      ⁠Tidak pernah mendapat bansos

9.      ⁠Cari sekolah sesuai dengan kemampuan ekonomi atau belajar keras mendapat full beasiswa

 

e.       Jawaban dari narasumber kelima, Ibu Novi (Ibu Rumah Tangga).

1.      Iya, ada perbedaan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan saya, tapi saya tetap berusaha optimis.

2.      Keluarga saya selalu berhemat dan mencari penghasilan tambahan untuk mengatasi tantangan ekonomi.

3.      Pernah merasa malu, tapi saya mencoba fokus pada hal positif dan bersyukur atas apa yang kami miliki.

4.      Tetap berusaha aktif dengan kegiatan yang terjangkau.

5.      Terkadang merasa tidak sama, tapi saya tetap semangat dan berusaha maksimal.

6.      Saya mengatasi cemas dan stres dengan berbicara kepada keluarga, serta melakukan hobi yang menyenangkan.

7.      Sekolah/kampus bisa memberikan beasiswa dan dukungan moral bagi siswa yang mengalami kesulitan ekonomi.

8.      Pernah mendapat bantuan dari teman dan keluarga.

9.      Cara terbaik mengurangi perbedaan ekonomi dalam sekolah adalah dengan menyediakan lebih banyak beasiswa dan bantuan untuk siswa yang membutuhkan. Dalam lembaga lainnya, mungkin dapat memberikan kredit modal agar anggotanya dapat membuka usaha sendiri.

 

f.        Jawaban dari narasumber keenam, Yesi (Mahasiswi)

1.      Ya, Terkadang perbedaan ekonomi bisa mempengaruhi kehidupan saya, akan tetapi saya tidak akan terlalu fokus atau memusingkan perbedaan ekonomi saya dengan orang lain. Tetapi saya akan terus berfokus kedepan untuk terus memperbaiki diri sendiri serta perekonomian keluarga agar tidak ada kesenjangan ekonomi dan bisa membuat kesejahteraan kehidupan menjadi lebih baik lagi dengan selalu terus berusaha dengan diiringi niat serta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.      Cara keluarga saya mengatasi tantangan ekonomi dalam keluarga adalah selalu terus berusaha dan pantang menyerahnya dengan keadaan yang kurang mendukung. Selalu menyerahkan diri kepada Tuhan untuk di berikan petunjuk agar terlepas dari permasalahan ekonomi yang sedang melanda. aluanada nya usaha, niat dan doa tentu nya pasti ada jalan keluar, karena alua menyerah pada keadaan itu tidak akan merubah apapun dan yang terjadi malah akan lebih memperburuk keadaan ekonomi dari yang sebelumnya.

3.      Tidak, saya tidak merasa malu ataupun tidak merasa nyaman atas kondisi perekonomian yang sedang terjadi di keluarga saya. Justru itu adalah hal yang bisa memotivasi saya untuk bisa berubah atau berjuang menjadi lebih baik lagi kedepannya agar kehidupan serta perekonomian keluarga menjadi stabil dan menjadi lebih baik lagi. Apabila saya merasa malu serta tidak merasa nyaman dengan perekonomian keluarga saya yang kurang bagus maka itu akan jauh lebih memperburuk situasi serta keadaan yang ada.

4.      Perbedaan ekonomi tidak begitu mempengaruhi kehidupan atau aktivitas saya sehari-hari secara signifikan di lingkungan masyarakat ataupun saat mengikuti ekstrakurikuler dan berkumpul dengan teman". Saya akan menjalani aktivitas seperti biasa nya agar saya tidak pusing memikirkan perbedaan ekonomi saya dengan orang lain, jika saya begitu memikirkan permasalahan perbedaan ekonomi, saya tidak akan bisa menjalani kehidupan dengan nyaman untuk beberapa waktu kedepan.

5.      Ya, saya memiliki kesempatan yang sama apa bila ekonomi saya lebih baik dari sebelumnya. Jikalau ekonomi saya membaik dan memiliki kondisi yang sama seperti teman" saya, saya bisa memastikan kehidupan saya serta keluarga saya akan terhindar dari permasalahan ekonomi. Dengan memiliki kondisi ekonomi yang baik dan setara dengan teman" yang lain maka saya akan terus berusaha menjaga kestabilan perekonomian keluarga saya dan akan terus berjuang lebih baik lagi kedepannya agar terhindar dari kesulitan ekonomi yang nanti mampu bisa mempengaruhi kehidupan saya serta keluarga saya di masa yang akan mendatang.

6.      Cara saya mengatasi perasaan cemas atau stress saya, saat ekonomi yang kurang stabil atau kurang baik adalah saya akan berdiam diri sejenak dan akan berfikir untuk bagaimana saya bisa memulihkan ekonomi saya seperti sedia kala agar saya bisa terlepas dari kesulitan ekonomi yang sedang melanda saya. Apabila saya telah menemukan cara yang cukup bagus, tepat, efektif dan efesien untuk bisa memulihkan ekonomi saya, maka saya akan segera mengeksekusi nya secara perlahan agar berjalan sesuai rencana saya. Sehingga saya  bisa terbebas dari kesulitan ekonomi yang terus menghantui keluarga serta kehidupan saya pastinya

7.      Yang bisa di lakukan oleh sekolah ketika ada siswa yang mengalami kesulitan ekonomi adalah sekolah akan memberi keringanan untuk membayar SPP atau gedung sekolah bagi siswa yang memiliki ekonomi kurang baik tentu nya. Dengan ada nya bantuan seperti itu atau bantuan yang lain nya maka siswa akan terbantu dan tidak akan mengalami kesulitan saat harus membayar SPP atau gedung sekolah sehingga siswa bisa belajar dengan tenang dan nyaman. Sedangkan komunitas yang bisa di lakukan adalah memberikan bantuan berupa barang, uang atau sembako yang dana nya di ambil dari setiap anggota komunitas atau kas yang dimana itu bisa membantu bagi ekonomi yang kurang baik atau stabil.

8.      Ya saya pernah mendapat dukungan serta bantuan dari teman" saya di sekolah saat saya memiliki permasalahan ekonomi yang kurang stabil. Dukungan atau bantuan dari teman" saya ialah terkadang mereka suka mentraktir saya jajan atau membeli makanan serta minuman di kantin sekolah karena mereka tau saya sedang mengalami kesulitan ekonomi pada saat ekonomi keluarga saya kurang stabil. Dengan ada nya bantuan serta dukungan dari teman" saya yang ada di sekolah saya sangat terbantu sekali bahwa saya memiliki teman" yang sangat peduli satu sama lain apabila rekan siswa yang lain sedang mengalami permasalahan ekonomi yang kurang baik.

9.      Menurut saya cara mengurangi perbedaan ekonomi di antara semua siswa adalah ketika siswa yang memiliki ekonomi baik atau di atas rata" dari ekonomi siswa yang lain, apabila ia sedang membeli sesuatu dan mau berbagi terhadap siswa yang lain nya maka itu akan mengurangi perbedaan ekonomi terhadap siswa lain nya. dengan ada nya cara seperti itu kesenjangan ekonomi di antara siswa tidak akan begitu besar karena siswa yang memiliki ekonomi baik/diatas rata" mampu berbagi dengan siswa yang ekonominya rendah.

 

g.      Jawaban dari narasumber ketujuh, Cerlin (Mahasiswi)

1.      Semenjak pandemi covid-19 melanda, tentu saya merasakan menurunnya ekonomi keluarga saya.

2.      Papa tetap giat bekerja, dan saya mengurangi pengeluaran pribadi saya. saya hanya akan mengeluarkan uang untuk barang² yang perlu saja itu juga hasil tabungan saya tanpa menuntut orang tua saya untuk membayar keperluan pribadi saya.

3.      Malu? tidak pernah. untuk apa malu? semua orang merasakan fase terendah dalam ekonomi. saya rasa itu yang sedang dirasakan keluarga saya. jadi saya menjalani semuanya dengan ikhlas.

4.      Saya lebih tahu diri. saya harus banyak menabung sehingga membatasi jajan dan pergi dengan teman. tetap pergi, hanya sesekali saja.

5.      Tergantung dalam faktor apa. ada yang sama rata, ada yang berbeda.

6.      Saya bukan tipe yang semua dipikirkan dengan rumit. saya lebih suka jujur dan berbagi cerita dengan orang tua saya tentang apapun termasuk emosi dan perasaan saya.

7.      Saya tidak pernah melihat bantuan di kampus saya sekarang.

8.      Tidak. saya tidak pernah bercerita banyak tentang keluarga saya kepada orang luar.

9.      Semua siswa sama. menurut saya bukan dari bagaimana perbuatan diri saya tapi, peran guru yg penting untuk mengedukasi siswa/inya. pribadi siswa/i itu pun sangat berpengaruh dengan kesadaran baru semua siswa itu setara

 

h.      Jawaban dari narasumber kedelapan, Jaceb (Mahasiswa)

1.      Tidak ada

2.      Cari kerjaan yg lagi naik sekarang

3.      Tidak pernah

4.      Ikut ikutan

5.      Iya,semua orang punya kesempatan

6.      Cari kerjaan freelance

7.      Subsidi

8.      Ada

9.      Tidak ikut ikutan

 

i.        Jawaban dari narasumber kesembilan, Bu Imelda (Ibu rumah tangga dan pegawai swasta)

1.      Tidak ada

2.      Membuka usaha

3.      Tidak pernah

4.      Tidak ada perbedaan yang signifikan

5.      Pasti, semua orang memiliki kesempatan

6.      Saya akan pergi keluar untuk mengurangi stress dan rasa cemas yang saya alami

7.      Mungkin dengan memotong uang sekolah berapa persen itu sudah bisa membuat siswa yang memiliki tantangan ekonomi

8.      Pernah.

9.      Mungkin dengan tidak ikut ikutan dan tau akan batasan saja

 

j.        Jawaban dari narasumber kesepuluh, Pak Ridwan (Pegawai swasta)

1.      Tidak terlalu

2.      Dengan mengelola pengeluaran dengan baik dan mencari penghasilan tambahan saat diperlukan.

3.      Tidak, saya tidak pernah merasa tidak nyaman atau malu karena kondisi ekonomi keluarga saya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

4.      Tidak, Saya tetap dapat berpartisipasi dalam ekstrakurikuler yang terjangkau dan tetap bisa bergaul dengan teman-teman dengan nyaman.

5.      Ada, saya yakin setiap orang punya kesempatan yang sama tergantung usaha masing-masing.

6.      Dengan berbicara kepada keluarga dan teman, serta mencoba fokus pada hal-hal positif.

7.      Dengan menyediakan beasiswa dan program dukungan untuk siswa yang membutuhkan.

8.      Iya, dukungan ini membantu memberikan semangat dan rasa percaya diri.

9.      Dengan cara belajar lebih banyak lagi untuk mendapatkan beasiswa dan berusaha lebih hemat lagi

 

4.3 Pembahasan

Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap sepuluh narasumber dengan latar belakang yang beragam, dapat disimpulkan bahwa pengaruh ekonomi terhadap kehidupan masyarakat sangat bervariasi. Sebagian narasumber merasa bahwa kondisi ekonomi tidak terlalu mempengaruhi kesejahteraan mereka, sementara yang lain merasakan dampak yang signifikan. Strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan ekonomi beragam, mulai dari berhemat, berusaha dan berdoa, mencari penghasilan tambahan, hingga membuka usaha. Sikap terhadap kondisi ekonomi juga beragam, dengan sebagian besar narasumber tidak merasa malu atau tidak nyaman dengan kondisi ekonomi mereka. Namun, ada yang merasa malu karena belum bisa memenuhi kebutuhan utama. Pengaruh ekonomi terhadap aktivitas juga bervariasi, dengan beberapa narasumber merasa tidak terpengaruh secara signifikan, sementara yang lain merasa aktivitas mereka terpengaruh oleh kondisi ekonomi.

Mayoritas narasumber merasa bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama meskipun kondisi ekonomi berbeda, namun menyadari bahwa mereka perlu berusaha lebih keras untuk bersaing dengan orang lain yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik. Untuk mengatasi kecemasan atau stres akibat masalah ekonomi, narasumber menggunakan berbagai cara seperti berbicara dengan keluarga atau teman, membaca dan menulis, berfokus pada hal-hal positif, dan mencari pekerjaan tambahan. Narasumber juga memberikan beberapa saran untuk peran lembaga atau komunitas dalam membantu mereka yang mengalami kesulitan ekonomi, seperti menyediakan beasiswa, memberikan dukungan emosional, menyediakan kredit modal usaha, dan memotong biaya pendidikan. Beberapa narasumber pernah menerima dukungan dari teman atau sekolah, yang sangat membantu mereka dalam menghadapi masalah ekonomi dan memberikan rasa semangat serta percaya diri.

Untuk mengurangi perbedaan ekonomi di antara masyarakat, narasumber mengusulkan berbagai cara seperti mengurangi gaya hidup yang berlebihan, menyediakan beasiswa, dan memastikan perlakuan adil di lembaga pendidikan. Secara keseluruhan, wawancara ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi memiliki pengaruh yang beragam terhadap kesejahteraan dan aktivitas masyarakat. Berbagai strategi digunakan untuk mengatasi tantangan ekonomi, dan dukungan dari keluarga, teman, serta lembaga pendidikan sangat penting dalam membantu mereka mengatasi kesulitan. Usulan untuk mengurangi perbedaan ekonomi menekankan pentingnya perlakuan adil, dukungan finansial, dan pendidikan untuk semua anggota masyarakat.

 

Bab V

Penutup

 

5.1 Simpulan dan Saran

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengaruh ekonomi terhadap kesejahteraan dan kehidupan masyarakat sangat bervariasi. Beberapa individu merasa bahwa kondisi ekonomi mereka tidak terlalu mempengaruhi kesejahteraan, sementara yang lain merasakan dampak signifikan yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial. Berbagai strategi diadopsi untuk mengatasi tantangan ekonomi, termasuk berhemat, mencari penghasilan tambahan, dan berusaha lebih keras. Mayoritas narasumber merasa memiliki kesempatan yang sama meskipun dengan kondisi ekonomi yang berbeda, namun mereka harus bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan mereka. Dukungan dari keluarga, teman, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam membantu individu mengatasi kesulitan ekonomi. Usulan untuk mengurangi perbedaan ekonomi antara masyarakat mencakup perlakuan yang adil, pemberian beasiswa, dan dukungan finansial yang memadai.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terpengaruh oleh kondisi ekonomi, beberapa saran penting diajukan. Pertama, lembaga pendidikan dan komunitas sebaiknya meningkatkan dukungan finansial melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan bagi mereka yang membutuhkan, sehingga mengurangi beban ekonomi dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua anggota masyarakat. Kedua, penting untuk memberikan dukungan emosional kepada individu yang mengalami kesulitan ekonomi, melalui program konseling dan pendampingan psikologis yang dapat membantu mengatasi stres dan kecemasan. Ketiga, promosi kewirausahaan dengan menyediakan pelatihan dan kredit modal usaha dapat memberikan peluang bagi individu untuk meningkatkan penghasilan mereka dan mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal. Keempat, meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan keuangan dan pentingnya pendidikan keuangan sejak dini melalui program edukasi keuangan dapat membantu individu membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Kelima, lembaga pendidikan dapat memberikan subsidi atau diskon biaya pendidikan bagi siswa yang mengalami kesulitan ekonomi untuk memastikan akses pendidikan yang setara. Terakhir, pengembangan program sosial oleh komunitas yang mendukung anggota masyarakat yang kurang mampu, seperti bantuan pangan dan bantuan perumahan, dapat meringankan beban ekonomi. Dengan menerapkan saran-saran ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan adil, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai kesejahteraan tanpa terhambat oleh kondisi ekonomi mereka.

 

 Daftar Pustaka

Camargo, P. d., Seles, B. M., Jabbour, C. J., Mariano, E. B., & Jabbour, A. B. (2018). Teori manajemen dan literatur big data: Dari tinjauan hingga agenda penelitian. Jurnal Internasional Manajemen Informasi, 112-129.

Kastori, R., & Gischa, S. (2023, Juni 6). Kompas. Retrieved from Teori Kesejahteraan Sosial: https://www.kompas.com/skola/read/2023/06/06/140000369/teori-kesejahteraan-sosial

Murphy, T. F. (2023, November 7). Psychology Fanatic. Retrieved from Teori Stres Sosial: Memahami Dampak Lingkungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis: https://psychologyfanatic-com.translate.goog/social-stress-theory/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=wa

Putri, V. K. (2022, September 29). Kompas. Retrieved from Pengertian dan Teori Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli: https://www.kompas.com/skola/read/2022/09/29/120000769/pengertian-dan-teori-mobilitas-sosial-menurut-para-ahli?page=all

Sampoerna Academy. (2022, April 3). Sampoerna Academy. Retrieved from Penjelasan Mengenai Teori Hierarki Kebutuhan Maslow: https://www.sampoernaacademy.sch.id/id/teori-kebutuhan-maslow

STIE YKPN. (2023, Juni 13). STIE YKPN. Retrieved from HIRARKI KEBUTUHAN MASLOW: https://www.stieykpn.ac.id/read/440/hirarki-kebutuhan-maslow.html

Wikipedia. (2018, Juli 27). Wikipedia. Retrieved from Ketimpangan struktural: https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Structural_inequality?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

Wikipedia. (2022, Desember 4). Wikipedia. Retrieved from Mobilitas sosial: https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Social_mobility?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

Wikipedia. (2023, September 14). Wikipedia. Retrieved from Hierarki kebutuhan Maslow: https://id.wikipedia.org/wiki/Hierarki_kebutuhan_Maslow

Witono, T. (2020). Pembangunan Sosial, Kesejahteraan Sosial, & Pekerjaan Sosial. Jurnal Quantum Vol XVI Nomor 1 , 57-71.

Zuldin, M. (2019). KETIMPANGAN SEBAGAI PENYEBAB KONFLIK:KAJIAN ATAS TEORI SOSIAL KONTEMPORER. Jurnal Pembangunan Sosial, Volume 2 Nomor 1, 157-181.

 

Lampiran












Komentar